Sabtu, 04 Maret 2017


Presentasi Multimedia pembelajaran kimia Hasil Pengembangan

Titik beku larutan ialah suhu pada saat larutan mulai membeku. Adapun yang dimaksud dengan penurunan titik beku (∆Tf) adalah selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan akibat adanya suatu zat terlarut. Zat terlarut lebih suka terlarut di fasa cair sehingga akan berusaha mempertahankan dalam bentuk larutan daraipada untuk membeku. Adanya zat terlarut akan mengganggu kaya kohesif normal antar partikel pelarut, akibatnya semakin sulit bagi partikel pelarut untuk dapat membentuk struktur kristal. Suhu yang lebih rendah diperlukan untuk penataan ulang struktur kristal pelarut-terlarut.
Penurunan titik beku adalah selisih antara titik beku pelarut dan titik beku larutan dimana titik beku larutan lebih rendah dari titik beku pelarut.Titik beku pelarut murni adalah 0ºC dengan adanya zat terlarut misalnya saja gula yang ditambahkan ke dalam air maka titik beku larutan ini tidak akan sama dengan 0ºC melainkan akan menjadi lebih rendah di bawah 0oC itulah penyebab terjadinya penurunan titik beku yaitu oleh masuknya suatu zat terlarut atau dengan kata lain cairan tersebut menjadi tidak murni, maka akibatnya titik bekunya berubah (nilai titik beku akan berkurang). Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak tergantung pada macamnya zat terlarut tetapi semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut).
Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat terlarut, maka akan didapat suatu larutan yang mengalami:
1. Penurunan tekanan uap jenuh
2. Kenaikan titik didih
3. Penurunan titik beku
4. Tekanan osmosis

Titik beku suatu cairan adalah suhu ketika tekanan uap cairan itu sama dengan tekanan uap dalam keadaan padat. Dada pembekuan suatu larutan, yang mengalami pembekuan adalah hanya pelarutnya saja, sedangkan zat terlarut tidak ikut membeku. Adanya zat terlarut mengakibatkan suatu pelarut semakin sulit membeku, akibatnya titik beku larutan akan lebih rendah dibandingkan dengan titik beku pelarut murninya. Selisih antara titik beku larutan dengan titik beku pelarut murninya disebut penurunan titik beku larutan.
Percobaan-percobaan juga menunjukkan bahwa penurunan titik beku tidak bergantung kepada jenis zat terlarut, tetapi hanya bergantung pada konsentrasi larutan. Tetapan penurunan titik beku molal adalah nilai penurunan titik beku jika konsentrasi larutan sebesar satu molal.
Proses Pembekuan Larutan
Penurunan titik beku dapat dihitung dengan rumus berikut:
                        ∆Tf  = titik beku pelarut – titik beku larutan
Sifat koligatif  larutan adalah sifat fisis larutan yang hanya tergantung pada jumlah partikel zat terlarut dan tidak tergantung dr jenis zat terlarut. Dengan mempelajari sifat koligatif larutan, akan menambah pengetahuan kita tentang gejala-gejala di alam, dan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan, misalnya:mencairkan salju dijalan raya, menggunakan obat tetes mata atau cairan infuse, mendapatkan air murni dari air laut, menentukan massa molekul relative zat terlarut dalam larutan, dan masih banyak lagi. Yang tergolong sifat koligatif larutan adalah: penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan osmotik dari larutan.
Titik beku tertinggi hingga terendah yaitu, air murni, gula lalu garam. Penurunan titik beku sebanding dengan konsentrasi zat terlarut. Bila konsentrasi zat terlarut semakin besar, maka  penurunan titik beku juga semakin besar, dan sebaliknya. Jadi, dengan adanya zat terlarut di dalam air, maka titik beku air menjadi lebih rendah dari 0ºC pada tekanan 1 atm. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKdzdCG1czf2jZSB9AOBnKUdPtMRY3qHXdZYrb2HY1Pnu3d_zGAiN2wXmUDI_Du529v1JJSvVyNi8c1fxRMcX-JctoysRmaFMaWhNFXBBisuPwZErOz3rvQwovbyeHWJYNvWkr4TyVzKk/s400/Diagram+P+-+T+larutan.JPG

Pada percobaan yang telah dilakukan sangat terlihat jelas perbedaan penurunan titik beku beberapa sampel. Hal ini disebabkan adanya partikel-partikel zat terlarut di antara moleku-molekul pelarut, yang akan mengurangi kemampuan molekul-molekul pelarut berubah dari fase cair ke fase padat. Jadi larutan akan memiliki titik beku yang lebih rendah dibandingkan dengan pelarut murninya. Penambahan garam disini merupakan salah satu penerapan dari sifat koligatif larutan. Garam berfungsi sebagai zat yang menurunkan titik beku es batu sehingga es batu tidak cepat mencair, karena apabila tidak ada penambahan garam pada es batu, suhu didalam es batu akan lebih tinggi dari 0ºC pada saat es berubah menjadi liquid. Pada percobaan ini kita mengetahui adanya partikel zat terlarut yang tidak mudah menguap sehingga tekanan uap larutan lebih rendah daripada tekanan uap pelarut murni.
Semakin banyak waktu yang diberikan maka semakin rendah titik beku yang dihasilkan. Dari penelitian yang kami telah lakukan, kami dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
Penurunan titik beku dan kenaikan titik didih tidak tergantung pada komposisi kimia dari zat tersebut tetapi tergantung pada jumlah partikel zat terlarut di dalam larutan, kemolalan larutan, massa zat terlarut dan massa pelarutnya. Kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan elektrolit lebih besar dari larutan nonelektrolit disebabkan adanya factor Van’t Hoff. Perbedaan hasil pengukuran menurut teori dengan pengamatan langsung disebabkan oleh ketidaktelitian dalam mengamati skala thermometer serta pengaruh suhu luar.



https://youtu.be/ZRJp0IAh-0E


11 komentar:

  1. Assalamualaikum wr. wb
    saya ingin bertanya apa yang mendasari anda memilih materi ini untuk didemonstrasikan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalam rianti. saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda. menurut saya alasan yang paling tepat kenapa materi ini harus didemonstrasikan adalah karena materi ini abstrak dan perlu di konkritkan.

      Hapus
  2. saudari , bagaimana multimedia yang baik diterapkan n kepada siswa dalam memasukan materi pelajaran anda kesana ?

    BalasHapus
  3. saya ingin bertanya, dengan menggunakan media ini dapat memudahkan siswa dala memahami materi tersebut?

    BalasHapus
  4. Dengan media ppt dapatkah siswa terlibat aktif dalam pelajaran ?

    BalasHapus
  5. saya akan mencoba menjawab pertanyaan saudari windi :
    Ada berbagai macam cara dilakukan oleh guru untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa, diantaranya adalah dengan meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan. Untuk mengikuti perkembangan zaman dan juga tuntutan tujuan pembelajaran, guru dituntut kreatif dalam meningkatkan sarana proses pembelajaran salah satunya adalah penggunaan Microsoft powerpoint.
    Melaui Microsoft powerpoint yang ditayangkan tidak saja berupa tulisan-tulisan yang mungkin sangat membosankan, tetapi dapat juga ditampilkan gambar-gambar dan suara-suara menarik yang tersedia dalam program Power Point.
    Pada prinsipnya program ini terdiri dari beberapa unsur rupa, dan pengontrolan operasionalnya. Unsur rupa yang dimaksud, terdiri dari slide, teks, gambar dan bidang-bidang warna yang dapat dikombinasikan dengan latar belakang yang telah tersedia. Unsur rupa tersebut dapat kita buat tanpa gerak, atau dibuat dengan gerakan tertentu sesuai keinginan kita.
    Power point juga memiliki banyak manfaat, diantaranya:
    1. Siswa akan lebih memperhatikan selama proses pembelajaran karena model pembelajaran yang menarik
    2. Siswa akan lebih mudah mengingat materi yang diberikan guru
    3. Guru lebih mudah dalam menyampaikan materi karena sudah diatur menggunakan slide-slide
    4. Selama proses pembelajaran tidak akan membosankan Karena penyampaiannya lebih interaktif dan menarik.

    BalasHapus
  6. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan saudara masbun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apabila dalam penyampaian pelajaran seorang guru selalu menggunakan metode yang konvensional dan dilakukan terus menerus tanpa adanya variasi dalam pembelajaran, dapat dimungkinkan akan menemui kejenuhan karena tidak ada warna baru dalam kegiatan belajar mengajar tersebut.
      Pembelajaran multimedia menjawab permasalahan tersebut.

      Ada beberapa manfaat yang dapat diambil dalam pembelajaran multimedia :
      1. Pengenalan perangkat teknologi informasi dan komunikasi kepada siswa/mahaisiswa.
      2. Memberikan pengalaman baru dan menyenangkan baik bagi guru/dosen itu sendiri maupun siswa/mahasiswa.
      3. Metode pembelajaran yang menyenangkan dapat menambah motivasi belajar anak lebih meningkat.
      4. Mengejar ketertinggalan akan pengetahuan tentang Iptek di bidang pendidikan.
      5. Mengikuti perkembangan Iptek.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  7. saya akan mencoba menjawab pertanyaan saudari lukita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alat peraga termasuk media yang sangat penting dalam menyampaikan informasi ilmu pengetahuan kepada siswa. Penelitian membuktikan bahwa kemampuan alat indra menerima dan menyerap informasi lebih besar pada penglihatan (70 % - 85%), dan pendengaran ( 15% - 25%).

      Siswa lebih mudah menerima informasi materi pelajaran melalui proses penglihatan. Sebaliknya, guru akan mudah menyampaikan informasi pelajaran melalui penggunaan alat peraga bersifat visual dan audio.

      Hapus