TUGAS TERSTRUKTUR TATAP MUKA KE 6 DAN 7
Metoda yang umumnya
digunakan oleh guru dalam proses belajar
mengajar pada konsep tersebut adalah
ceramah atau pembelajaran klasikal.
Pembelajaran klasikal atau pembelajaran
yang diberikan secara masal, ataupun
kepada suatu kelompok besar sangat efektif
untuk menyampaikan informasi. Dengan
mengutarakan masalah sekali saja, masalah
tersebut dapat sampai kepada banyak
pendengar. Tetapi walau demikian guru
harus mempertimbangkan seberapa banyak
siswa paham dengan apa yang mereka
dengar. Permasalahan yang datang ketika
guru menjelaskan konsep bentuk molekul
dengan metoda ceramah dan hanya
menggunakan papan tulis sebagai media untuk menggambar bentuk molekul secara
satu dimensi ternyata banyak siswa yang
belum mampu memahami bentuk molekul
tersebut secara tiga dimensi. Contoh
permasalahan tersebut adalah siswa tidak
dapat membedakan bentuk molekul segi
tiga planar dengan segi tiga piramida,
karena dalam gambar satu dimensi bentuk
molekul segitiga planar dan segitiga
pyramid sangat mirip apalagi jika guru
yang menggambar tidak menguasai teknik
menggambar tiga dimensi.
Untuk membantu siswa memahami
konsep-konsep abstrak, seharusnya guru
menggunakan alat bantu belajar atau media
yang dapat memberikan gambaran kongkrit
kepada siswa sehingga belajar ikatan kimia
bukan hanya sekedar menghafal tetapi lebih
dari memahami konsep ikatan kimia secara
menyeluruh.
Penggunaan alat peraga bertujuan agar proses belajar dapat berlangsung efektif dan dapat membantu siswa dalam memahami konsep ikatan kimia dalam bentuk visual sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penggunaan alat peraga dalam proses pembelajaran dapat mengurangi cara belajar siswa secara individu, sebaliknya memotivasi siswa untuk belajar secara kelompok dalam rangka menumbuhkan kreativitas, saling membantu dalam memahami materi sehingga ketuntasan belajar dapat tercapai.
Ikatan ion (atau ikatan elektrokovalen) adalah jenisikatan kimia yang dapat terbentuk antara ion-ionlogam dengan non-logam (atau ion poliatomik seperti amonium) melalui gaya tarik-menarik elektrostatik. Dengan kata lain, ikatan ion terbentuk dari gaya tarik-menarik antara dua ion yang berbeda muatan.
Penggunaan alat peraga bertujuan agar proses belajar dapat berlangsung efektif dan dapat membantu siswa dalam memahami konsep ikatan kimia dalam bentuk visual sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penggunaan alat peraga dalam proses pembelajaran dapat mengurangi cara belajar siswa secara individu, sebaliknya memotivasi siswa untuk belajar secara kelompok dalam rangka menumbuhkan kreativitas, saling membantu dalam memahami materi sehingga ketuntasan belajar dapat tercapai.
Ikatan ion (atau ikatan elektrokovalen) adalah jenisikatan kimia yang dapat terbentuk antara ion-ionlogam dengan non-logam (atau ion poliatomik seperti amonium) melalui gaya tarik-menarik elektrostatik. Dengan kata lain, ikatan ion terbentuk dari gaya tarik-menarik antara dua ion yang berbeda muatan.
untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada link berikut :
https://youtu.be/EDA1LI-ko1E

apakah alat peraga yang anda buat sudah dapat mempermudah dan menambah pemahaman siswa tentang materi ikatan kimia,? tolong jelaskan. terima kasih
BalasHapussaya ingin bertanya, apa kendala yang anda hadapi dalam penyampaian media ini?
BalasHapusSaya hanya ingin bertanya menurut anda apakah penggunaan alat peraga ini sangat efektif untuk proses pembelajaran kimia disekolah?
BalasHapusSaya ingin bertanya apakah sudah ada guru yang menggunakan media ini dalam membantu proses pembelajaran?
BalasHapusapa kelebihan dari alat peraga yang anda buat? terimakasih
BalasHapusbaiklah saya akan mencoba membantu menjawab slah satu kelebihannya yaitu dapat memudahkan siswa dalam memahami materi yang di sampaikan.
Hapusterimakasih
assalmualaikum wr wb,apakah ada kendala dalam pembuatan alat perag yang saudari buat ini?
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab pertanyaan saudari lutfi
BalasHapusMetode yang umumnya digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar mengajar pada konsep tersebut adalah ceramah atau pembelajaran klasikal. Hasil penyelidikan yang dilakukan Bligh (1972) yang dikutip oleh Rooijakkers (1982:3) menyatakan bahwa, pembelajan klasikal atau pembelajaran yang diberikan secara masal,ataupun kepada suatu kelompok besar sangat efektif untuk menyampaikan informasi. Dengan mengutarakan masalah sekali lagi, masalah tersebut dapat sampai kepada banyak pendengar. Permasalahan yang dating ketika guru menjelaskan konsep bentuk molekul dengan metode ceramah dan hanya menggunakan papan tulis sebagai media untuk menggambar bentuk molekul secara satu dimensi ternyata banyak peserta didik belum mampu memahami bentuk molekul tersebut secara tiga dimensi.
HapusSaya akan mencoba menjawab pertanyaan saudari dwindah
BalasHapuspenggunaan alat peraga dipilih karena pada dasarnya siswa mengalami kesulitan membayangkan dan mengapresiasi suatu bentuk molekul yang bersifat abstrak menjadi lebih nyata. Kesulitan siswa semakin tinggi, ketika mereka harus menghubungkan rumus-rumus penentuan bentuk suatu molekul kemudian menggambarkannya.
HapusBgaimana jika seorang siswa atau siswi, yang kurang ketertarikannya sewaktu belajar menggunakan alat peraga,bagaimana tindakan yang anda ambil
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab pertanyaan saudari lukita dan miranda :
BalasHapusBanyak permasalahan yang menyebabkan guru enggan memakai media yang efektif untuk pembelajaran, yang menarik sehingga menumbuhkan motivasi belajar siswa. Adapun permasalahan tersebut diantaranya adalah:
1. Guru merasa repot
2. Mahal
3. Tidak Bisa
4. Tidak Tersedia
5. Kurang Penghargaan
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan saudari anisa :
BalasHapusPada dasarnya anak belajar melalui benda/objek konkret. Untuk
memahami konsep abstrak, anak-anak memerlukan benda-benda
konkret(riil) sebagai perantara atau visualisasinya. Konsep abstrak itu
dicapai melalui tingkat-tingkat belajar yang berbeda-beda. Bahkan orang
dewasa pun yang pada umumnya sudah dapat memahami konsep abstrak,
pada keadaan tertentu sering memerlukan visualisasi.
Belajar anak akan dapat meningkat bila ada motivasi. Karena itu
dalam pengajaran diperlukan faktor-faktor yang dapat memotivasi anak
belajar, bahkan untuk pengajar. Misalnya : pengajaran supaya menarik,
dapat menimbulkan minat, sikap guru dan penilaian baik, suasana sekolah
menyenangkan, ada imbalan bagi guru yang baik, dan lain-lain.
Selanjutnya konsep abstrak yang baru dipahami siswa itu akan melekat
dan tahan lama bila siswa belajar melalui perbuatan dan dapat dimengerti,
bukan hanya mengingat fakta.
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan saudari lilis :
BalasHapusMenurut Sugiarto dan Hidayah (2004: 5), penggunaan media
dalam pembelajaran mempunyai arti penting, yaitu:
a. mampu mengatasi keterbatasan perbedaan pengalaman pribadi siswa,
b. mampu mengatasi keterbatasan ruang kelas,
c. mampu mengatasi keterbatasan ukuran benda,
d. mampu mengatasi keterbatasan kecepatan gerak benda,
e. mampu mempengaruhi motivasi belajar siswa,
f. mampu mempengaruhi abstraksi siswa, dan
g. memungkinkan pembelajaran yang lebih bervariasi.
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan saudari eki :
BalasHapusUntuk dapat mengetahui keberhasilan proses kegiatan belajar mengajar, seluruh faktor-fakor yang berhubungan dengan guru dan siswa harus dapat diperhatikan. Mulai dari perilaku guru dalam mengajar sampai dengan tingkah laku siswa sebagai timbal balik dari hasil sebuah pengajaran. Tingkah laku siswa ketika mengikuti proses belajar mengajar dapat mengindikasikan akan ketertarikan siswa terhadap pelajaran itu, atau sebaliknya siswa merasa tidak tertarik dengan pelajaran tersebut. Ketertarikan siswa inilah yang merupakan salah satu tanda-tanda minat.