Selasa, 14 Maret 2017

TUGAS TERSTRUKTUR TATAP MUKA KE 6 DAN 7

TUGAS TERSTRUKTUR TATAP MUKA KE 6 DAN 7

Metoda yang umumnya digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar pada konsep tersebut adalah ceramah atau pembelajaran klasikal. Pembelajaran klasikal atau pembelajaran yang diberikan secara masal, ataupun kepada suatu kelompok besar sangat efektif untuk menyampaikan informasi. Dengan mengutarakan masalah sekali saja, masalah tersebut dapat sampai kepada banyak pendengar. Tetapi walau demikian guru harus mempertimbangkan seberapa banyak siswa paham dengan apa yang mereka dengar. Permasalahan yang datang ketika guru menjelaskan konsep bentuk molekul dengan metoda ceramah dan hanya menggunakan papan tulis sebagai media untuk menggambar bentuk molekul secara satu dimensi ternyata banyak siswa yang belum mampu memahami bentuk molekul tersebut secara tiga dimensi. Contoh permasalahan tersebut adalah siswa tidak dapat membedakan bentuk molekul segi tiga planar dengan segi tiga piramida, karena dalam gambar satu dimensi bentuk molekul segitiga planar dan segitiga pyramid sangat mirip apalagi jika guru yang menggambar tidak menguasai teknik menggambar tiga dimensi. Untuk membantu siswa memahami konsep-konsep abstrak, seharusnya guru menggunakan alat bantu belajar atau media yang dapat memberikan gambaran kongkrit kepada siswa sehingga belajar ikatan kimia bukan hanya sekedar menghafal tetapi lebih dari memahami konsep ikatan kimia secara menyeluruh. 
Penggunaan alat peraga bertujuan agar proses belajar dapat berlangsung efektif dan dapat membantu siswa dalam memahami konsep ikatan kimia dalam bentuk visual sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penggunaan alat peraga dalam proses pembelajaran dapat mengurangi cara belajar siswa secara individu, sebaliknya memotivasi siswa untuk belajar secara kelompok dalam rangka menumbuhkan kreativitas, saling membantu dalam memahami materi sehingga ketuntasan belajar dapat tercapai.  
Ikatan ion (atau ikatan elektrokovalen) adalah jenisikatan kimia yang dapat terbentuk antara ion-ionlogam dengan non-logam (atau ion poliatomik seperti amonium) melalui gaya tarik-menarik elektrostatik. Dengan kata lain, ikatan ion terbentuk dari gaya tarik-menarik antara dua ion yang berbeda muatan.

untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada link berikut :

https://youtu.be/EDA1LI-ko1E
Presentasi E-Learning Kimia Hasil Pengembangan

Pada kali ini kami menggunakan situs Edmodo untuk membuat program e-learning pada www.edmodo.com 
Salah satu aplikasi pada internet yang bisa digunakan untuk media pembelajaran online adalah Edmodo. Edmodo merupakan social network berbasis lingkungan sekolah (school based environment). Dikembangkan oleh Nicolas Borg and Jeff O’Hara, Edmodo adalah platform pembelajaran yang aman bagi guru, siswa dan sekolah berbasis sosial media. Edmodo menyediakan cara yang aman dan mudah bagi kelas untuk terhubung dan berkolaborasi antara siswa dan guru untuk berbagi konten pendidikan, mengelola proyek dan tugas dan menangani pemberitahuan setiap aktivitas. Edmodo dapat membantu pengajar membangun sebuah kelas virtual sesuai dengan kondisi pembelajaran di dalam kelas, berdasarkan pembagian kelas nyata di sekolah, dimana dalam kelas tersebut terdapat penugasan, quiz dan pemberian nilai pada setiap akhir pembelajaran.
Penggunaan media pembelajaran online sebagai sistem pembelajaran yang baru, mendorong penyelenggaraan pembelajaran semakin efektif. Dengan media pembelajaran online dimungkinkan banyak pembelajaran yang diperoleh sehingga memberikan pelayanan kepada siswa lebih memuaskan. Idealnya pengajar dan pembelajar senantiasa mengakses berbagai informasi dengan cepat, bertanggung jawab dan sesuai harapan.
berikut beberapa gambar screenshoot dari e-learning yang kami buat dimana saya berperan sebagai murid :







Media pembelajaran online merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet. Media pembelajaran online sebagai sebuah alternatif pembelajaran yang berbasis elektronik memberikan banyak manfaat terutama terhadap proses pendidikan yang dilakukan dengan jarak jauh. Dalam membuat media pembelajaran online perlu mempertimbangkan harapan dan tujuan mereka dalam mengikuti media pembelajaran online, kecepatan dalam mengakses internet atau jaringan, keterbatasan bandwidth, biaya untuk akses internet, serta latar belakang pengetahuan yang menyangkut kesiapan dalam mengikuti pembelajaran. Dengan media pembelajaran online menggunakan Edmodo, interaksi dan komunikasi di dalam kelas dapat terjalin layaknya pada kelas konvensional, di mana setiap siswa dapat dengan bebas berkomunikasi dan berbagi dengan guru dan teman sekelasnya, untuk merespon materi yang disampaikan.


MEDIA POWERPOINT SEBAGAI PERSENTASE MULTIMEDIA PEMBELAJARAN KIMIA HASIL PENGEMBANGAN
Pembelajaran kimia hasil pengembangan dapat di lakukan pada mataeri kimia  yaitu “Penurunan Titik Beku”.Media penyampaiaan yang digunakan adalah Powerpoint. Power Point adalah alat bantu presentasi, biasanya digunakan untuk menjelaskan suatu hal yang dirangkum dan dikemas dalam slide Power Point. Sehingga pembaca dapat lebih mudah memahami penjelasan kita melalui visualisasi yang terangkum di dalam slide. 
Aplikasi multimedia dalam proses pembelajaran ditujukan untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) serta merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga proses pembelajaran mencapai tujuan dan dapat terkendali. Pengembangan media presentasi harus dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan media pembelajaran. Yang harus diperhatikan dalam membuat bahan ajar dengan menggunakan power point adalah isi materi yang akan disampaikan dan cara menyajikannya kepada siswa. Sehingga penggunaan power point pada proses pembelajaran dapat maksimal. 
Penggunaan media pada proses pembelajaran dapat membantu untuk tercapainya tujuan intruksional. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan media pembelajaran multimedia presentasi, yaitu berupa power point. Multimedia ini dipilih, karena dalam penggunaannya melibatkan berbagai indera sehingga siswa dapat belajar dengan mudah. Semakin banyak alat indera yang digunakan unuk menerima dan mengolah informasi semakin besar kemungkinan informasi tersebut dimengerti dan dapat dipertahankan dalam ingatan. Pendapat ini sejalan dengan kerucut pengalaman dari Edgar Dale. 


Dibawah ini merupakan Slide Power point yang ditampilkan untuk presentasi multimedia pembelajaran kimia hasil pengembangan:







Sabtu, 04 Maret 2017


Presentasi Multimedia pembelajaran kimia Hasil Pengembangan

Titik beku larutan ialah suhu pada saat larutan mulai membeku. Adapun yang dimaksud dengan penurunan titik beku (∆Tf) adalah selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan akibat adanya suatu zat terlarut. Zat terlarut lebih suka terlarut di fasa cair sehingga akan berusaha mempertahankan dalam bentuk larutan daraipada untuk membeku. Adanya zat terlarut akan mengganggu kaya kohesif normal antar partikel pelarut, akibatnya semakin sulit bagi partikel pelarut untuk dapat membentuk struktur kristal. Suhu yang lebih rendah diperlukan untuk penataan ulang struktur kristal pelarut-terlarut.
Penurunan titik beku adalah selisih antara titik beku pelarut dan titik beku larutan dimana titik beku larutan lebih rendah dari titik beku pelarut.Titik beku pelarut murni adalah 0ºC dengan adanya zat terlarut misalnya saja gula yang ditambahkan ke dalam air maka titik beku larutan ini tidak akan sama dengan 0ºC melainkan akan menjadi lebih rendah di bawah 0oC itulah penyebab terjadinya penurunan titik beku yaitu oleh masuknya suatu zat terlarut atau dengan kata lain cairan tersebut menjadi tidak murni, maka akibatnya titik bekunya berubah (nilai titik beku akan berkurang). Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak tergantung pada macamnya zat terlarut tetapi semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut).
Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat terlarut, maka akan didapat suatu larutan yang mengalami:
1. Penurunan tekanan uap jenuh
2. Kenaikan titik didih
3. Penurunan titik beku
4. Tekanan osmosis

Titik beku suatu cairan adalah suhu ketika tekanan uap cairan itu sama dengan tekanan uap dalam keadaan padat. Dada pembekuan suatu larutan, yang mengalami pembekuan adalah hanya pelarutnya saja, sedangkan zat terlarut tidak ikut membeku. Adanya zat terlarut mengakibatkan suatu pelarut semakin sulit membeku, akibatnya titik beku larutan akan lebih rendah dibandingkan dengan titik beku pelarut murninya. Selisih antara titik beku larutan dengan titik beku pelarut murninya disebut penurunan titik beku larutan.
Percobaan-percobaan juga menunjukkan bahwa penurunan titik beku tidak bergantung kepada jenis zat terlarut, tetapi hanya bergantung pada konsentrasi larutan. Tetapan penurunan titik beku molal adalah nilai penurunan titik beku jika konsentrasi larutan sebesar satu molal.
Proses Pembekuan Larutan
Penurunan titik beku dapat dihitung dengan rumus berikut:
                        ∆Tf  = titik beku pelarut – titik beku larutan
Sifat koligatif  larutan adalah sifat fisis larutan yang hanya tergantung pada jumlah partikel zat terlarut dan tidak tergantung dr jenis zat terlarut. Dengan mempelajari sifat koligatif larutan, akan menambah pengetahuan kita tentang gejala-gejala di alam, dan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan, misalnya:mencairkan salju dijalan raya, menggunakan obat tetes mata atau cairan infuse, mendapatkan air murni dari air laut, menentukan massa molekul relative zat terlarut dalam larutan, dan masih banyak lagi. Yang tergolong sifat koligatif larutan adalah: penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan osmotik dari larutan.
Titik beku tertinggi hingga terendah yaitu, air murni, gula lalu garam. Penurunan titik beku sebanding dengan konsentrasi zat terlarut. Bila konsentrasi zat terlarut semakin besar, maka  penurunan titik beku juga semakin besar, dan sebaliknya. Jadi, dengan adanya zat terlarut di dalam air, maka titik beku air menjadi lebih rendah dari 0ºC pada tekanan 1 atm. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKdzdCG1czf2jZSB9AOBnKUdPtMRY3qHXdZYrb2HY1Pnu3d_zGAiN2wXmUDI_Du529v1JJSvVyNi8c1fxRMcX-JctoysRmaFMaWhNFXBBisuPwZErOz3rvQwovbyeHWJYNvWkr4TyVzKk/s400/Diagram+P+-+T+larutan.JPG

Pada percobaan yang telah dilakukan sangat terlihat jelas perbedaan penurunan titik beku beberapa sampel. Hal ini disebabkan adanya partikel-partikel zat terlarut di antara moleku-molekul pelarut, yang akan mengurangi kemampuan molekul-molekul pelarut berubah dari fase cair ke fase padat. Jadi larutan akan memiliki titik beku yang lebih rendah dibandingkan dengan pelarut murninya. Penambahan garam disini merupakan salah satu penerapan dari sifat koligatif larutan. Garam berfungsi sebagai zat yang menurunkan titik beku es batu sehingga es batu tidak cepat mencair, karena apabila tidak ada penambahan garam pada es batu, suhu didalam es batu akan lebih tinggi dari 0ºC pada saat es berubah menjadi liquid. Pada percobaan ini kita mengetahui adanya partikel zat terlarut yang tidak mudah menguap sehingga tekanan uap larutan lebih rendah daripada tekanan uap pelarut murni.
Semakin banyak waktu yang diberikan maka semakin rendah titik beku yang dihasilkan. Dari penelitian yang kami telah lakukan, kami dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
Penurunan titik beku dan kenaikan titik didih tidak tergantung pada komposisi kimia dari zat tersebut tetapi tergantung pada jumlah partikel zat terlarut di dalam larutan, kemolalan larutan, massa zat terlarut dan massa pelarutnya. Kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan elektrolit lebih besar dari larutan nonelektrolit disebabkan adanya factor Van’t Hoff. Perbedaan hasil pengukuran menurut teori dengan pengamatan langsung disebabkan oleh ketidaktelitian dalam mengamati skala thermometer serta pengaruh suhu luar.



https://youtu.be/ZRJp0IAh-0E