PETA KONSEP
Definisi Ikatan Kimia : Adalah ikatan
yang terjadi antar atom atau antar molekul dengan cara sebagai berikut :
a)
atom
yang 1 melepaskan elektron, sedangkan atom yang lain menerima elektron (serah terima
elektron)
b)
penggunaan
bersama pasangan elektron yang berasal dari masing-masing atom yang berikatan
c)
penggunaan
bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan
1.
Ikatan
Ion ( elektrovalen )
Terjadi jika atom unsur
yang memiliki energi ionisasi kecil/rendah melepaskan elektron
valensinya (membentuk kation) dan atom unsur lain yang mempunyai afinitas
elektron besar/tinggi menangkap/menerima elektron tersebut (membentuk
anion).
Kedua ion tersebut kemudian saling berikatan
dengan gaya elektrostatis (sesuai hukum Coulomb). Unsur yang cenderung
melepaskan elektron adalah unsur logam sedangkan unsur yangcenderung
menerima elektron adalah unsur non logam.
Senyawa yang mempunyai ikatan ion
antara lain :
a)
Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan halogen (VIIA)
Contoh : NaF, KI, CsF
b)
Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan oksigen (VIA)
Contoh : Na2S, Rb2S,Na2O
c)
Golongan alkali tanah (IIA) dengan golongan oksigen (VIA)
Contoh : CaO, BaO, MgS
Sifat umum senyawa ionik :
1)
Titik didih dan titik lelehnya tinggi
2)
Keras, tetapi mudah patah
3)
Penghantar panas yang baik
4)
Lelehan maupun larutannya dapat menghantarkan listrik (elektrolit)
5)
Larut dalam air
6)
Tidak larut dalam pelarut/senyawa organik (misal : alkohol, eter, benzena)
2.
Ikatan
Kovalen
Adalah ikatan yang
terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh
2 atom yang berikatan. Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah
1 atom yang akan berikatan untukmelepaskan elektron (terjadi pada
atom-atom non logam).
Ikatan kovalen terbentuk dari
atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi sertabeda
keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion.
Atom non logam cenderung untuk menerima
elektron sehingga jika tiap-tiap atom non logam berikatan maka ikatan yang
terbentuk dapat dilakukan dengan caramempersekutukan elektronnya dan
akhirnya terbentuk pasangan elektron yang dipakai secara bersama.
Pembentukan ikatan kovalen dengan
cara pemakaian bersama pasangan elektron tersebut harus sesuai dengan
konfigurasi elektron pada unsur gas mulia yaitu 8 elektron (kecuali He
berjumlah 2 elektron).
Ada 3 jenis ikatan kovalen :
a.
Ikatan
Kovalen Tunggal
b.
Ikatan
Kovalen Rangkap Dua
Contoh : Ikatan yang terjadi antara
atom O dengan O membentuk molekul O2
c.
Ikatan
Kovalen Rangkap Tiga
Contoh 1: Ikatan yang terjadi antara
atom N dengan N membentuk molekul N2
d.
Ikatan
Kovalen Koordinasi / Koordinat / Dativ / Semipolar
Adalah ikatan yang
terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari
salah 1 atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan
atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.
Pasangan elektron ikatan (PEI) yang
menyatakan ikatan dativ digambarkan dengan tanda anak panah kecil yang arahnya
dari atom donor menuju akseptor pasangan elektron.
3.
Ikatan
Logam
Adalah ikatan yang
terbentuk akibat adanya gaya tarik-menarik yang terjadi antara muatan positif
dari ion-ion logam dengan muatan negatif dari elektron-elektron yang bebas
bergerak.
Atom-atom logam dapat diibaratkan
seperti bola pingpong yang terjejal rapat 1 sama lain.
Atom logam mempunyai sedikit elektron
valensi, sehingga sangat mudah untuk dilepaskan dan membentuk ion positif. Maka
dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar (terdapat banyak tempat
kosong) sehingga elektron dapat berpindah dari 1 atom ke atom lain.
Mobilitas elektron dalam
logam sedemikian bebas, sehingga elektron valensi logam mengalami delokalisasi yaitu
suatu keadaan dimana elektron valensi tersebut tidak tetap
posisinya pada 1 atom, tetapi senantiasa berpindah-pindah dari 1
atom ke atom lain.
Suatu ikatan kovalen disebut polar,
jika Pasangan Elektron Ikatan (PEI) tertarik lebih kuat ke salah 1
atom.
Contoh 1 :
Molekul HCl
Meskipun atom H dan Cl sama-sama
menarik pasangan elektron, tetapi keelektronegatifan Cl lebih besar daripada
atom H.
Akibatnya atom Cl menarik pasangan
elektron ikatan (PEI) lebih kuat daripada atom H sehingga letak PEI lebih dekat
ke arah Cl (akibatnya terjadi semacam kutub dalam molekul HCl).
Jadi, kepolaran
suatu ikatan kovalen disebabkan oleh adanya perbedaan
keelektronegatifanantara atom-atom yang berikatan.
Sebaliknya, suatu ikatan kovalen
dikatakan non polar (tidak berkutub), jika PEI tertarik sama kuat ke semua
atom.
Perbedaan antara Senyawa Ion dengan
Senyawa Kovalen
|
No
|
Sifat
|
Senyawa Ion
|
Senyawa Kovalen
|
|
1
|
Titik didih
|
Tinggi
|
Rendah
|
|
2
|
Titik leleh
|
Tinggi
|
Rendah
|
|
3
|
Wujud
|
Padat pada suhu kamar
|
Padat,cair,gas pada suhu kamar
|
|
4
|
Daya hantar listrik
|
Padat = isolator
|
Padat = isolator
|
|
Lelehan = konduktor
|
Lelehan = isolator
|
||
|
Larutan = konduktor
|
Larutan = ada yang konduktor
|
||
|
5
|
Kelarutan dalam air
|
Umumnya larut
|
Umumnya tidak larut
|
|
6
|
Kelarutan dalam trikloroetana (CHCl3)
|
Tidak larut
|
Larut
|

Baiklah saya ingin bertanya. Dari peta konsep diatas Tolong jelaskan hubungan antara ikatan kovalen terhadap senyawa polar dan nonpolar. Terimakasih
BalasHapusBaiklah, saya mencoba menjawab saudari lilis . .
BalasHapusmenurut saya, IKATAN KOVALEN POLAR DAN NONPOLAR
Seperti yang diketahui hakikat ikatan kovalen, yaitu ikatan yang terbentuk karena menggunakan pasangan elektron bersama. Namun demikian, kedudukan pasangan elektron milik bersama itu tidak selalu simetris terhadap kedua atom yang berikatan. Pasangan elektron akan lebih dekat ke arah atom yang mempunyai keelektronegatifan lebih besar. Hal ini mengakibatkan polarisasi atau pengutuban ikatan.
Misalnya, Dalam molekul H2 kedudukan pasangan elektron ikatan sudah pasti simetris terhadap kedua atom H. Dalam molekul H2 tersebut, muatan negatif (elektron) tersebar secara homogen. Ikatan seperti itu disebut ikatan kovalen nonpolar. Sedangkan pada HCl, pasangan elektron ikatan tertarik lebih dekat ke atom Cl,
karana Cl mempunyai daya tarik elektron lebih besar daripada H. Akibatnya, pada HCl terjadi polarisasi, dimana atom Cl lebih negatif dari atom H. Ikatan seperti itu disebut ikatan kovalen polar.
Molekul Polar dan Non-polar
Kepolaran molekul ditentukan oleh jenis ikata kovalen dan bentuk molekulnya . Suatu molekul akan bersifat polar jika memenuhi syarat sebagai berikut :
a. molekul dwiatom yang berbeda jenis sehingga membentuk kutub (dipol) karena adanya perbedaan keelektronegatifan antar kedua atom.
b. molekul poliatom yang mempunyai bentuk atom yang tidak simetris ,sehingga pusat muatan positif tidak berimpit dengan pusat muatan yang negatif.
assalammualikum saya ingin menyanggah dan mengasih kritik pada peta konsep terlalu terang warnanya sehingga pada pembaca sakit melihatnya, dan pada materi nya saya mudah memahami nya :)
BalasHapusassalamualaikum saya ingin bertanya bagaimana cara membuat peta konsep yang baik ?
BalasHapusassalamu'alaikumwrwb. saya frandi mardiansyah. menurut saya peta konsep yang anda buat cukup jelas dan menarik, tetapi penempatannya masih kurang rapi. ada baiknya di tata lagi penempatannya.
BalasHapussaya akan mencoba menjawab pertanyaan saudari lilis
BalasHapusSeperti yang diketahui hakikat ikatan kovalen, yaitu ikatan yang terbentuk karena menggunakan pasangan elektron bersama. Namun demikian, kedudukan pasangan elektron milik bersama itu tidak selalu simetris terhadap kedua atom yang berikatan. Pasangan elektron akan lebih dekat ke arah atom yang mempunyai keelektronegatifan lebih besar. Hal ini mengakibatkan polarisasi atau pengutuban ikatan.
Dalam molekul H2 kedudukan pasangan elektron ikatan sudah pasti simetris terhadap kedua atom H. Dalam molekul H2 tersebut, muatan negatif (elektron) tersebar secara homogen. Ikatan seperti itu disebut ikatan kovalen nonpolar. Sedangkan pada HCl, pasangan elektron ikatan tertarik lebih dekat ke atom Cl,
karana Cl mempunyai daya tarik elektron lebih besar daripada H. Akibatnya, pada HCl terjadi polarisasi, dimana atom Cl lebih negatif dari atom H. Ikatan seperti itu disebut ikatan kovalen polar.
Molekul Polar dan Non-polar
Kepolaran molekul ditentukan oleh jenis ikata kovalen dan bentuk molekulnya . Suatu molekul akan bersifat polar jika memenuhi syarat sebagai berikut :
a. molekul dwiatom yang berbeda jenis sehingga membentuk kutub (dipol) karena adanya perbedaan keelektronegatifan antar kedua atom.
b. molekul poliatom yang mempunyai bentuk atom yang tidak simetris ,sehingga pusat muatan positif tidak berimpit dengan pusat muatan yang negatif.
saya akan mencoba menjawab pertanyaan saudari anisa rahayu :
BalasHapusSebuah peta konsep dapat membantu Anda mengatur pemikiran Anda, dan mencari, serta menggali ide-ide yang luar biasa untuk proyek-proyek kreatif apapun. Peta konsep juga sangat bagus sebagai sebuah alat bantu belajar bagi pembelajar visual, karena peta ini memberikan kesempatan pada Anda untuk melihat bagaimana serangkaian topik dan proses dihubungkan. Peta konsep biasanya dibuat, dengan cara menempatkan sebuah kata di dalam kotak atau oval dan menggunakan tanda panah atau garis untuk menghubungkannya dengan kata-kata yang lain, sambil menunjukkan hubungan antara subyek-subyek ini. Peta konsep yang paling umum adalah peta konsep hierarki, peta konsep laba-laba, dan peta konsep bagan alir.
1. Peta Konsep Hierarki
Gali dan cari sebuah daftar topik-topik penting
2. Pilihlah konsep yang paling penting
3. Hubungkan kata kunci tersebut dengan kata kedua yang paling penting dari daftar Anda
4. Hubungkan kata kunci kedua dengan kata-kata yang kurang penting
5. jelaskan hubungan antara istilah-istilah tersebut
terimakasih atas partisipasi saudara/saudari sekalian di blog saya
BalasHapusBagaimanakah cara menilai apakah peta konsep itu sudah baik atau benar?
BalasHapusBagaimana cara membuat peta konsep yang menarik dan benar?
BalasHapus