Selasa, 28 Februari 2017

PETA KONSEP



Definisi Ikatan Kimia : Adalah ikatan yang terjadi antar atom atau antar molekul dengan cara sebagai berikut :
a)    atom yang 1 melepaskan elektron, sedangkan atom yang lain menerima elektron (serah terima elektron)
b)   penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari masing-masing atom yang berikatan
c)    penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan

1.             Ikatan Ion ( elektrovalen )
Terjadi jika atom unsur yang memiliki energi ionisasi kecil/rendah melepaskan elektron valensinya (membentuk kation) dan atom unsur lain yang mempunyai afinitas elektron besar/tinggi menangkap/menerima elektron tersebut (membentuk anion).
Kedua ion tersebut kemudian saling berikatan dengan gaya elektrostatis (sesuai hukum Coulomb). Unsur yang cenderung melepaskan elektron adalah unsur logam sedangkan unsur yangcenderung menerima elektron adalah unsur non logam.

Senyawa yang mempunyai ikatan ion antara lain :
a)       Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan halogen (VIIA)
Contoh : NaF, KI, CsF
b)       Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan oksigen (VIA)
Contoh : Na2S, Rb2S,Na2O
c)        Golongan alkali tanah (IIA) dengan golongan oksigen (VIA)
Contoh : CaO, BaO, MgS

Sifat umum senyawa ionik :
1)       Titik didih dan titik lelehnya tinggi
2)       Keras, tetapi mudah patah
3)       Penghantar panas yang baik
4)       Lelehan maupun larutannya dapat menghantarkan listrik (elektrolit)
5)       Larut dalam air
6)       Tidak larut dalam pelarut/senyawa organik (misal : alkohol, eter, benzena)

2.             Ikatan Kovalen
Adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh 2 atom yang berikatan. Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah 1 atom yang akan berikatan untukmelepaskan elektron (terjadi pada atom-atom non logam).
Ikatan kovalen terbentuk dari atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi sertabeda keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion.
Atom non logam cenderung untuk menerima elektron sehingga jika tiap-tiap atom non logam berikatan maka ikatan yang terbentuk dapat dilakukan dengan caramempersekutukan elektronnya dan akhirnya terbentuk pasangan elektron yang dipakai secara bersama.
Pembentukan ikatan kovalen dengan cara pemakaian bersama pasangan elektron tersebut harus sesuai dengan konfigurasi elektron pada unsur gas mulia yaitu 8 elektron (kecuali He berjumlah 2 elektron).
           
Ada 3 jenis ikatan kovalen :
a.    Ikatan Kovalen Tunggal
b.    Ikatan Kovalen Rangkap Dua
Contoh : Ikatan yang terjadi antara atom O dengan O membentuk molekul O2
c.     Ikatan Kovalen Rangkap Tiga
Contoh 1: Ikatan yang terjadi antara atom N dengan N membentuk molekul N2
d.   Ikatan Kovalen Koordinasi / Koordinat / Dativ / Semipolar
Adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.
Pasangan elektron ikatan (PEI) yang menyatakan ikatan dativ digambarkan dengan tanda anak panah kecil yang arahnya dari atom donor menuju akseptor pasangan elektron.

3.             Ikatan Logam
Adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya gaya tarik-menarik yang terjadi antara muatan positif dari ion-ion logam dengan muatan negatif dari elektron-elektron yang bebas bergerak.
Atom-atom logam dapat diibaratkan seperti bola pingpong yang terjejal rapat 1 sama lain.
Atom logam mempunyai sedikit elektron valensi, sehingga sangat mudah untuk dilepaskan dan membentuk ion positif. Maka dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar (terdapat banyak tempat kosong) sehingga elektron dapat berpindah dari 1 atom ke atom lain.
Mobilitas elektron dalam logam sedemikian bebas, sehingga elektron valensi logam mengalami delokalisasi yaitu suatu keadaan dimana elektron valensi tersebut tidak tetap posisinya pada 1 atom, tetapi senantiasa berpindah-pindah dari 1 atom ke atom lain.
Suatu ikatan kovalen disebut polar, jika Pasangan Elektron Ikatan (PEI) tertarik lebih kuat ke salah 1 atom.
Contoh 1 :
Molekul HCl

Meskipun atom H dan Cl sama-sama menarik pasangan elektron, tetapi keelektronegatifan Cl lebih besar daripada atom H.
Akibatnya atom Cl menarik pasangan elektron ikatan (PEI) lebih kuat daripada atom H sehingga letak PEI lebih dekat ke arah Cl (akibatnya terjadi semacam kutub dalam molekul HCl).
Jadi, kepolaran suatu ikatan kovalen disebabkan oleh adanya perbedaan keelektronegatifanantara atom-atom yang berikatan.
Sebaliknya, suatu ikatan kovalen dikatakan non polar (tidak berkutub), jika PEI tertarik sama kuat ke semua atom.

Perbedaan antara Senyawa Ion dengan Senyawa Kovalen

No
Sifat
Senyawa Ion
Senyawa Kovalen
1
Titik didih
Tinggi
Rendah
2
Titik leleh
Tinggi
Rendah
3
Wujud
Padat pada suhu kamar
Padat,cair,gas pada suhu kamar
4
Daya hantar listrik
Padat = isolator
Padat = isolator
Lelehan = konduktor
Lelehan = isolator
Larutan = konduktor
Larutan = ada yang konduktor
5
Kelarutan dalam air
Umumnya larut
Umumnya tidak larut
6
Kelarutan dalam trikloroetana (CHCl3)
Tidak larut
Larut

10 komentar:

  1. Baiklah saya ingin bertanya. Dari peta konsep diatas Tolong jelaskan hubungan antara ikatan kovalen terhadap senyawa polar dan nonpolar. Terimakasih

    BalasHapus
  2. Baiklah, saya mencoba menjawab saudari lilis . .
    menurut saya, IKATAN KOVALEN POLAR DAN NONPOLAR
    Seperti yang diketahui hakikat ikatan kovalen, yaitu ikatan yang terbentuk karena menggunakan pasangan elektron bersama. Namun demikian, kedudukan pasangan elektron milik bersama itu tidak selalu simetris terhadap kedua atom yang berikatan. Pasangan elektron akan lebih dekat ke arah atom yang mempunyai keelektronegatifan lebih besar. Hal ini mengakibatkan polarisasi atau pengutuban ikatan.

    Misalnya, Dalam molekul H2 kedudukan pasangan elektron ikatan sudah pasti simetris terhadap kedua atom H. Dalam molekul H2 tersebut, muatan negatif (elektron) tersebar secara homogen. Ikatan seperti itu disebut ikatan kovalen nonpolar. Sedangkan pada HCl, pasangan elektron ikatan tertarik lebih dekat ke atom Cl,
    karana Cl mempunyai daya tarik elektron lebih besar daripada H. Akibatnya, pada HCl terjadi polarisasi, dimana atom Cl lebih negatif dari atom H. Ikatan seperti itu disebut ikatan kovalen polar.

    Molekul Polar dan Non-polar
    Kepolaran molekul ditentukan oleh jenis ikata kovalen dan bentuk molekulnya . Suatu molekul akan bersifat polar jika memenuhi syarat sebagai berikut :
    a. molekul dwiatom yang berbeda jenis sehingga membentuk kutub (dipol) karena adanya perbedaan keelektronegatifan antar kedua atom.
    b. molekul poliatom yang mempunyai bentuk atom yang tidak simetris ,sehingga pusat muatan positif tidak berimpit dengan pusat muatan yang negatif.

    BalasHapus
  3. assalammualikum saya ingin menyanggah dan mengasih kritik pada peta konsep terlalu terang warnanya sehingga pada pembaca sakit melihatnya, dan pada materi nya saya mudah memahami nya :)

    BalasHapus
  4. assalamualaikum saya ingin bertanya bagaimana cara membuat peta konsep yang baik ?

    BalasHapus
  5. assalamu'alaikumwrwb. saya frandi mardiansyah. menurut saya peta konsep yang anda buat cukup jelas dan menarik, tetapi penempatannya masih kurang rapi. ada baiknya di tata lagi penempatannya.

    BalasHapus
  6. saya akan mencoba menjawab pertanyaan saudari lilis
    Seperti yang diketahui hakikat ikatan kovalen, yaitu ikatan yang terbentuk karena menggunakan pasangan elektron bersama. Namun demikian, kedudukan pasangan elektron milik bersama itu tidak selalu simetris terhadap kedua atom yang berikatan. Pasangan elektron akan lebih dekat ke arah atom yang mempunyai keelektronegatifan lebih besar. Hal ini mengakibatkan polarisasi atau pengutuban ikatan.

    Dalam molekul H2 kedudukan pasangan elektron ikatan sudah pasti simetris terhadap kedua atom H. Dalam molekul H2 tersebut, muatan negatif (elektron) tersebar secara homogen. Ikatan seperti itu disebut ikatan kovalen nonpolar. Sedangkan pada HCl, pasangan elektron ikatan tertarik lebih dekat ke atom Cl,
    karana Cl mempunyai daya tarik elektron lebih besar daripada H. Akibatnya, pada HCl terjadi polarisasi, dimana atom Cl lebih negatif dari atom H. Ikatan seperti itu disebut ikatan kovalen polar.

    Molekul Polar dan Non-polar
    Kepolaran molekul ditentukan oleh jenis ikata kovalen dan bentuk molekulnya . Suatu molekul akan bersifat polar jika memenuhi syarat sebagai berikut :
    a. molekul dwiatom yang berbeda jenis sehingga membentuk kutub (dipol) karena adanya perbedaan keelektronegatifan antar kedua atom.
    b. molekul poliatom yang mempunyai bentuk atom yang tidak simetris ,sehingga pusat muatan positif tidak berimpit dengan pusat muatan yang negatif.

    BalasHapus
  7. saya akan mencoba menjawab pertanyaan saudari anisa rahayu :
    Sebuah peta konsep dapat membantu Anda mengatur pemikiran Anda, dan mencari, serta menggali ide-ide yang luar biasa untuk proyek-proyek kreatif apapun. Peta konsep juga sangat bagus sebagai sebuah alat bantu belajar bagi pembelajar visual, karena peta ini memberikan kesempatan pada Anda untuk melihat bagaimana serangkaian topik dan proses dihubungkan. Peta konsep biasanya dibuat, dengan cara menempatkan sebuah kata di dalam kotak atau oval dan menggunakan tanda panah atau garis untuk menghubungkannya dengan kata-kata yang lain, sambil menunjukkan hubungan antara subyek-subyek ini. Peta konsep yang paling umum adalah peta konsep hierarki, peta konsep laba-laba, dan peta konsep bagan alir.
    1. Peta Konsep Hierarki
    Gali dan cari sebuah daftar topik-topik penting
    2. Pilihlah konsep yang paling penting
    3. Hubungkan kata kunci tersebut dengan kata kedua yang paling penting dari daftar Anda
    4. Hubungkan kata kunci kedua dengan kata-kata yang kurang penting
    5. jelaskan hubungan antara istilah-istilah tersebut

    BalasHapus
  8. terimakasih atas partisipasi saudara/saudari sekalian di blog saya

    BalasHapus
  9. Bagaimanakah cara menilai apakah peta konsep itu sudah baik atau benar?

    BalasHapus
  10. Bagaimana cara membuat peta konsep yang menarik dan benar?

    BalasHapus